
Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar rapat koordinasi dalam rangka persiapan pelaksanaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2026, yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, bertempat di Kantor Gubernur NTT. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTT dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta para pemangku kepentingan terkait.
Agenda utama dalam rapat ini mencakup pembahasan Program Sekolah Rakyat serta kesiapan pelaksanaan HLUN Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam arahannya, Gubernur NTT menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan optimal.
Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTT diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan HLUN Tahun 2026 melalui penguatan koordinasi lintas sektor di wilayah masing-masing. Dukungan tersebut diwujudkan melalui langkah-langkah strategis, antara lain melakukan pendataan dan penyiapan lansia binaan serta calon penerima manfaat, melaksanakan verifikasi dan validasi data secara akurat, serta menunjuk contact person atau koordinator untuk memperlancar proses koordinasi.
Selain itu, optimalisasi peran perangkat daerah seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan program ini.
Pelaksanaan HLUN Tahun 2026 akan mengusung dua skema kegiatan, yakni kegiatan tingkat nasional dan tingkat provinsi. Untuk kegiatan nasional, Kementerian Sosial Republik Indonesia akan menyediakan berbagai layanan sosial yang didanai melalui APBN, sehingga Pemerintah Kabupaten/Kota tidak dibebani pembiayaan. Namun demikian, daerah tetap diharapkan berkontribusi melalui penyediaan data calon penerima manfaat guna proses verifikasi.
Sementara itu, kegiatan tingkat provinsi akan dilaksanakan oleh KOMDA Lansia Provinsi NTT sebagai bentuk dukungan daerah dalam menyukseskan HLUN 2026, dengan fokus pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan lansia.
Adapun berbagai program layanan tingkat nasional yang akan dilaksanakan meliputi operasi katarak, penyediaan alat bantu dan aksesibilitas, pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, layanan fisioterapi, pemenuhan hak sipil, layanan home care, donor darah, bantuan bagi eks penderita kusta, bantuan kewirausahaan, peningkatan kapasitas LKS, Program Duta Lansia, bimbingan teknis caregiver, bantuan bagi korban TPPO, pelunasan biaya pendidikan, pembagian hewan kurban, bedah kamar lansia dan penyandang disabilitas, bantuan kepada ODA/ODIV, hingga pemberian penghargaan bagi tenaga honorer yang berdedikasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk segera menyampaikan data calon penerima manfaat sesuai kriteria program guna mendukung proses verifikasi lebih lanjut oleh Kementerian Sosial.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten/Kota juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tingkat provinsi yang dikoordinasikan oleh KOMDA Lansia Provinsi NTT, menyesuaikan atau menginisiasi kegiatan lokal sesuai kondisi daerah, serta berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan HLUN Tahun 2026.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat komitmen dan kerja sama dalam menyukseskan HLUN Tahun 2026 di Nusa Tenggara Timur, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para lanjut usia di daerah.
