Kolaborasi dan Sinergi untuk Mewujudkan Lansia SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat

Timor Tengah Selatan, 8 September 2026 — Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Komisi Daerah Lanjut Usia di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Bupati Timor Tengah Selatan.
Kegiatan penguatan kelembagaan ini mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi untuk Mewujudkan Lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat)”. Tema tersebut menjadi semangat bersama dalam memperkuat komitmen berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas kehidupan lanjut usia melalui kerja sama lintas sektor.
Rapat koordinasi dihadiri oleh berbagai unsur Lembaga, Organisasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dinas, Badan, serta perangkat daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan dan pemberdayaan lanjut usia yang terpadu dan berkelanjutan.
Dibuka oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Timor Tengah Selatan. Dalam pembukaan tersebut, disampaikan pentingnya penguatan kelembagaan Komda Lansia sebagai wadah koordinasi dalam menyatukan berbagai program dan kebijakan yang berkaitan dengan pembangunan kelanjutusiaan.
Penguatan kelembagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, organisasi masyarakat, keluarga, maupun masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara Komda Lansia Provinsi NTT dan Komda Lansia Kabupaten TTS, sehingga berbagai program yang berkaitan dengan lanjut usia dapat dilaksanakan secara lebih terarah, terpadu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat lanjut usia.
BAPPERIDA Provinsi NTT Bahas Kebijakan dan Penanganan Kelanjutusiaan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari BAPPERIDA Provinsi NTT yang disampaikan oleh Ibu Emylia Sofia Fernandez, dengan materi “Kebijakan dan Penanganan Kelanjutusiaan di Provinsi NTT.”
Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai arah kebijakan pemerintah dalam penanganan kelanjutusiaan di Provinsi NTT serta pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam mendukung pembangunan yang responsif terhadap kebutuhan lanjut usia.
Kebijakan kelanjutusiaan perlu didukung dengan perencanaan yang baik, program yang terintegrasi, serta koordinasi lintas sektor agar berbagai kebutuhan lanjut usia, mulai dari kesehatan, sosial, pemberdayaan, perlindungan, hingga peningkatan kemandirian, dapat ditangani secara komprehensif.
Peran TP PKK dalam Penguatan Posyandu Lansia
Materi berikutnya disampaikan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, oleh Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena, dengan materi “Peran Tim Penggerak PKK dalam Mendukung Penguatan Posyandu Lanjut Usia serta Pemberdayaan melalui Keluarga dan Masyarakat.”
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan lanjut usia. Posyandu lanjut usia menjadi salah satu sarana strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada lansia sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Penguatan Posyandu Lansia diharapkan tidak hanya berorientasi pada aspek kesehatan, tetapi juga dapat menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong lansia untuk tetap aktif, mandiri, produktif, serta memiliki kehidupan sosial yang baik.
Peran Tim Penggerak PKK menjadi penting dalam menggerakkan keluarga dan masyarakat agar memberikan perhatian dan dukungan yang berkelanjutan kepada para lanjut usia.
Strategi Penganggaran Program Lansia dalam APBD
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT mengenai strategi penganggaran program lansia dalam APBD serta pengelolaan keuangan yang mendukung penguatan kelembagaan Komisi Daerah Lanjut Usia.
Materi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pemahaman perangkat daerah mengenai pentingnya dukungan penganggaran terhadap program kelanjutusiaan. Perencanaan program yang baik perlu didukung dengan penganggaran yang tepat, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dukungan penganggaran diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan lanjut usia di daerah.
Membangun Kolaborasi untuk Lansia SMART
Rapat koordinasi penguatan kelembagaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, OPD, organisasi masyarakat, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Konsep Lansia SMART menjadi arah bersama dalam membangun kehidupan lanjut usia yang lebih berkualitas, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
Melalui kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Komda Lansia Provinsi NTT terus mendorong terciptanya kebijakan dan program yang memberikan ruang bagi lanjut usia untuk tetap berperan aktif dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan.
Kegiatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan diharapkan dapat menghasilkan penguatan komitmen bersama serta langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kelembagaan dan pelayanan lanjut usia, sehingga para lansia di NTT dapat menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Komda Lansia Provinsi NTT — Bersama Mewujudkan Lansia SMART untuk NTT yang Inklusif dan Sejahtera.


